Sinergi BRMP: Survei dan Pelatihan Teknis Pertanian Modern di Kab. Soppeng
Pusat Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Pangan (BRMP-TP) bekerjasama dengan Balai Besar Penerapan Modernisasi Pertanian Sulawesi Selatan (BRMP Sulsel) melaksanakan kegiatan survei dan Pelatihan Teknis bagi petani pada lokus Competitive Grant Project ICARE pada kegiatan Akselerasi Penerapan Modernisasi Pertanian dalam rangka Peningkatan Produktivitas dan Efisiensi Usahatani Padi.
Kegiatan ini dilaksanakan selama 3 (tiga) hari dari tanggal 28 sampai 30 Juli 2026, di kelompok tani Karuna sebagai petani kooperator yang berlokasi di Kelurahan Manorang Salo, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng. Sebanyak 38 orang petani mengikuti survey dan pelatihan teknis penerapan teknologi pertanian modern.
Hadir pada kegiatan ini Koordinator kegiatan Dr. Nuning Argo Subekti, SP., M.Sc dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan survei dan pelatihan teknis ini bertujuan untuk mempercepat penerapan modernisasi pertanian di Sulawesi Selatan, pentingnya pertanian modern untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi usaha tani. Juga disampaikan BRMP TP mengapresiasi kehadiran petani dan penyuluh serta menekankan kolaborasi antara pemerintah dan petani untuk mencapai hasil yang lebih baik. Tantangan yang dihadapi, seperti perubahan iklim dan penggunaan pupuk yang berlebihan, dan mengajak petani untuk beralih ke praktik pertanian yang lebih ramah lingkungan. Diharapkan agar kegiatan ini dapat berkelanjutan dan mendorong peningkatan hasil pertanian di masa depan.
Selanjutnya Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Ketahanan Pangan Kab. Soppeng yang diwakili oleh Kepala Bidang Hortikultura dan Perkebunan membuka acara, dalam sambutannya sangat mengapresiasi kegiatan pertanian modern budidaya padi seluas 20 ha yang dilaksanakan di Kel. Manorang Salo. Juga disampaikan pentingnya kolaborasi dan komunikasi untuk meningkatkan hasil pertanian di Kab. Soppeng. Adapun tantangan yang dihadapi saat ini, seperti masalah ketersediaan air, dan pentingnya solusi untuk mengatasi kekeringan. Kedepan diharapkan dengan adanya kegiatan pertanian modern ini, produktivitas padi lebih meningkat.
Hari pertama diberikan pelatihan teknis penggunaan drone pertanian oleh Arfaitha, S.Sos dari CV. Araindo Smart Tani, yang menjadi penyedia jasa peralatan pertanian modern, yang bertujuan agar petani mengetahui dan mampu melaksanakan sistem budidaya padi secara modern. Dalam pelatihan ini juga di berikan panduan dan aplikasi langsung penyemprotan POC dengan drone dilokasi pertanaman padi milik petani.
Pelatihan teknis produksi benih dan pengendalian mutu benih diberikan oleh Nurtang Evendi, SP, MP dengan tujuan petani mengetahui dan mampu untuk produksi benih secara mandiri dan berkualitas.
Hari kedua diberikan pelatihan teknis pemupukan presisi pertanian modern PM-AAS oleh Bhakti Priatmojo, SP, M.Si, Pelatihan pemupukan berdasarkan LKP ini memberikan rekomendasi bagi petani dalam pengelolaan hara (pemupukan) terbaik berdasar spesifik lokasi sesuai kebutuhan tanaman.
Hari ketiga dilaksanakan survey penerapan teknologi pertanian modern yang bertujuan untuk memperoleh penilaian terhadap faktor-faktor strategis internal dan eksternal yang mempengaruhi keberhasilan penerapan paket teknologi PM-AAS dalam rangka meningkatkan produktivitas dan efisiensi usahatani padi.
Kegiatan ini menjadi langkah nyata BRMP-TP dan BRMP Sulawesi Selatan dalam mendorong transformasi pertanian menuju sistem modern, efisien, dan berkelanjutan, serta memperkuat peran petani lokal dalam mewujudkan kemandirian benih di daerah.
(BAS, HH)